BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Suatu hal yang munkin sudah tidak asing bagi orang lain
dan masih baru untuk kita ketahui. Cukup dengan kata “Hipnotis & Hipnoterapi”, ini
merupakan suatu penemuan yang luar biasa baginya. Sebab secara langsung maupun
tidak, Hipnotis & Hipnoterapi ini sudah
banyak diminati oleh berbagai kalangan. Contoh mudahnya saja ketika diinternet
kita mengetikkan kata Hipnotis & Hipnoterapi pada
pencarian, maka akan muncul banyak sekali informasi tentang Hipnotis &Hipnoterapi dari
berbagai pakarnya, dan itu membuktikan bahwa Hipnotis & Hipnoterapi saat ini
sudah dikenal banyak orang.
Di sisi
lain, mungkin penggunaan Hipnotis & Hipnoterapi bisa jadi bermanfaat di dalam
bidang kedokteran, psikiatri, atau psikologi, keperawatan,
Guru atau Pendidik, kepolisian, dan masih banyak lagi. Suatu contoh pemanfaatan hipnotis dalam
bidang kedokteran maupun keperawatan adalah saat seorang wanita akan melahirkan, dan saat
itu pula obat penenang untuk rasa sakit habis, wanita tersebut membutuhkan
bantuan secepat mungkin, maka jalan satu-satunya yang dilakukan adalah
dengan dihipnotis terlebih dulu agar
tidak merasakan kesakitan.
Dan masih banyak sekali kasus dalam kehidupan kita sehari-hari,
yang munkin perlu diselesaikan dengan jalan Hipnotis & Hipnoterapi. Dan untuk
lebih jelasnya terkait masalah Hipnotis & Hipnoterapi, mari
sama-sama kita pelajari disini.
Untuk
Hipnoterapi sendiri dapat dikembangkan menjadi tiga jenis yaitu Hipnolearning,
Hipnoteaching Dan Hipnoparenting.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
sejarah Hipnotis dan Hipnoterapi ?
2. Apa
saja dasar-dasar mempelajari Hipnotis dan Hipnoterapi ?
3. Bagaimanakah
Metode kerja alam bawah sadar kita ?
4. Hipnolearning
a. Apa
yang dimaksud dengan HipnoLearning ?
b. Apa
sajakah hal-hal yang harus diperhatikan untuk menggunakan alam bawah sadar kita
?
5. Hipnoteaching
a. Apa
Yang dimaksud dengan Hipnoteaching ?
b. Apakah
tujuan dari Hipnoteaching ?
6. Hipnoparenting
a. Apa
yang dimaksud dengan hipnoparenting ?
b. Apakah
kegunaan Hipnoparenting ?
7. Penerapan
Hipnoterapi (hipnolearning, hipnoteaching dan hipnoparenting) dalam
pembelajaran ?
a. Bagaimanakah
penerapan Hipnolearning dalam pembelajarn ?
b. Bagaimanakah
penerapan Hipnoteaching dalam pembelajaran ?
c. Bagaimanakah
penerapan Hipnoparenting dalam pembelajaran ?
C. TUJUAN
1. Mengetahui
bagaimana sejarah Hipnotis dan Hipnoterapi ?
2. Mengetehui
dasar-dasar mempelajari Hipnotis dan Hipnoterapi ?
3. Mempelajari
metode kerja alam bawah sadar kita ?
4. Mengetehui
apa yang dimaksud dengan HipnoLearning ?
5. Mempelajari
hal-hal yang harus diperhatikan untuk menggunakan alam bawah sadar kita ?
6. Mengetahui
apa yang dimaksud dengan Hipnoteaching ?
7. Mengetahui
tujuan dari Hipnoteaching ?
8. Mengetahui
apa dimaksud dengan hipnoparenting ?
9. Mengetahui
kegunaan Hipnoparenting ?
10. Mempelajari
bagaimanakah penerapan Hipnolearning dalam pembelajarn ?
11. Mempelajari
bagaimanakah penerapan Hipnoteaching dalam pembelajaran ?
12. Mempelajari
bagaimanakah penerapan Hipnoparenting dalam pembelajaran ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Hipnotis dan Hipnoterapi.
Hipnoterapi
sampai saat ini masih terus berkembang yang dimulai sejak abad ke-18, mulai
dari konsep hypnosis konvensional yang dikembangkan oleh Dr. James Braid sampai
dengan hipnoterapi klinis modern yang dikembangkan oleh Dr. Milton H.
Erickson sampai terakhir-terakhir yang dikembangkan oleh Dr.
Dave Elman, Gill Boynemaupun DR. Calvin Banyan.
Dr. Milton H. Erickson pertama kali memperkenalkan
bahwa jiwa manusia sangat unik. Tidaklah mudah meminta orang untuk secara
langsung menghilangkan kebiasaan buruk yang ingin dia tinggalkan. Seperti kita
menyampaikan nasihat kepada seseorang yang mengeluh karena dia mempunyai
masalah, “Sekarang kamu dapat menyelesaikannya”, atau seseorang yang mempunyai
masalah perilaku lalu kita berikan nasihat, “Sekarang perilaku anda sudah
berubah menjadi baik”. Belum tentu dia akan merubah perilakunya dengan segera.
Mungkin ya, untuk sementara, tetapi biasanya kebiasaan itu akan kembali lagi.
Apalagi jika kita tidak mengetahui akar permasalahannya mengapa dia berperilaku
demikian, tidak mengetahui nilai dasar dan keinginan sebenarnya yang dimiliki
orang tersebut. Ingat, jiwa manusia sangat kompleks, setiap orang mempunyai
jiwa dan nilai yang unik. Perilaku atau respons seseorang tidak sama dalam
menghadapi peristiwa yang berbeda. Bahkan sangat mungkin sekali untuk peristiwa
yang sama, perilaku atau respons seseorang yang sama dapat berbeda.
Hal inilah yang dikembangkan
Erickson menuju metode hipnoterapi yang lebih efektif. Berkat jasanya dalam
mengembangkan metode-metode dalam melakukan terapi klinis dengan metode
hipnoterapi, maka pada tahun 1950-an hipnoterapi diakui oleh Asosiasi Medis
Amerika sebagai metode terapi.
Paska Milton H. Erickson,
metode ini berkembang terus sampai dengan metode yang berorientasi kepada
pasien. Saat ini, metode ini lebih efektif digunakan apalagi digabungkan dengan
pola komunikasi yang telah dikembangkan Erickson. Metode ini telah banyak
dipergunakan oleh para terapist terkenal seperti Gill Boyne, Mary Lee
LaBay, maupun Calvin Banyan dan lain-lain.
B. Pengertian
Hipnoterapi.
Hypnotherapy adalah suatu metode
dimana pasien dibimbing untuk melakukan relaksasi, dimana setelah kondisi
relaksasi dalam ini tercapai maka secara alamiah gerbang pikiran bawah sadar sesesorang
akan terbuka lebar, sehingga yang bersangkutan cenderung lebih mudah untuk
menerima sugesti penyembuhan yang diberikan.
C. Dasar-dasar
mempelajari Hipnotis dan Hipnoterapi.
Secara konvensional, Hypnotherapy
dapat diterapkan kepada mereka yang memenuhi persyaratan dasar, yaitu : (1).
Bersedia dengan sukarela (2). Memiliki kemampuan untuk fokus (3). Memahami
komunikasi verbal.
Untuk memahami Hypnosis atau
Hypnotherapy secara mudah dan benar, sebelumnya kita harus memahami bahwa
aktivitas pikiran manusia secara sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang
dikenal dengan istilah Brainwave, yaitu :
1.
Beta adalah kondisi pikiran pada
saat sesorang sangat aktif dan waspada. Kondisi ini adalah kondisi umum ketika
seseorang tengah beraktivitas normal. Frekwensi pikiran pada kondisi ini
sekitar 14 – 24 Cps (diukur dengan perangkat EEG)
2.
Alpha adalah kondisi ketika
seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar, mengerjakan suatu kegiatan teknis,
menonton televisi), atau pada saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekwensi
pikiran pada kondisi ini sekitar 7 – 14 Cps.
3.
Theta adalah kondisi relaksasi yang
sangat ekstrim, sehingga seakan-akan yang bersangkutan merasa “tertidur”,
kondisi ini seperti halnya pada saat seseorang melakukan meditasi yang sangat
dalam. Theta juga gelombang pikiran ketika seseorang tertidur dengan bermimpi,
atau kondisi REM (Rapid Eye Movement). Frekwensi pikiran pada kondisi ini
sekitar 3.5 – 7 Cps
4.
Delta adalah kondisi tidur normal
(tanpa mimpi). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 0.5 – 3.5 Cps
D. Metode
kerja alam bawah sadar kita.
Secara singkat hipno learning
identik sekali dengan hipnotis. Dan hipnotis itu lebih identik dengan alam
bawah sadar. 88% aktivitas kita cenderung dipengaruhi oleh Alam bawah sadar.
Sedangkan untuk 12% lainnya diperngaruhi alam sadar kita. Pada dasarnya
akar-akar suatu permasalan yang kita miliki semuanya tertanam di dalam alam
bawah sadar. Semisal kita menganggap bahwa suatu pelajaran tertentu itu
susah karena dosennya galak. Hal tersebut bisa jadi tertanam dalam alam
bawah sadar. Sehingga ketika kita bertemu dengan dosen tersebut, secara
automatis kita akan merasa benci, bosan, ngantuk dan lain sebagainya. Dan lama
kelamaan hal tersebut akan menjadi paradigma permanen dari seseorang. Pada
umumnya persepsi seseorang melekat dan mengakar pada alam bawah sadar. Sehingga
akan susah bagi kita untuk mencabut akar masalah tersebut melalui alam sadar.
Pada dasarnya persepsi seseorang dan paradigm seseorang itu akan mudah diubah
melalui alam bawah sadar.
Aktifitas dan respon fisik
akan sangat berpengaruh pada kinerja otak. Perlu suatu respon fisik juga untuk
memanipulasi kinerja alam bawah sadar kita. Misalkan ketika kita bersemangat,
kita berteriak “AllahuAkbar” sambil mengepalkan tangan dan mengangkatnya ke
atas. Maka hal tersebut akan mampu memicu kinerja sel-sel otak yang ada dalam
otak kita.
E. Hipnolearning
1. Pengertian
HipnoLearning.
Hypno Learning merupakan salah satu metode
Hypnotherapy dengan cara meng-uninstal atau menyingkirkan pengaruh buruk dalam
pikiran setiap siswa sehingga siswa tersebut bisa meningkatkan konsentrasi
serta lebih fokus dalam belajar.
2. Hal-hal
yang harus diperhatikan untuk menggunakan alam bawah sadar kita.
a.
Keaktifan
Pernahkah anda menyaksikan dua
keadaan mahasiswa yang berbeda dimana mahasiswa ketika keluar usai materi
kuliah selesai? Ada yang keluar dalam kondisi yang lemas, boring, malas,
dsb. Namun ada pula yang keluar dari kelas dalam kondisi yang penuh
semangat dan berseri-seri. Hal tersebut dipengaruhi oleh mood pribadi, dan hal
tersebut merupakan salah satu bentuk dari alam bawah sadar.
Untuk menggunakan alam bawah sadar
kita maka kita harus mampu untuk bertindak aktif. Misalnya ketika mengikuti
suatu materi mata kuliah, kita harus aktif dalam materi tersebut. Bisa jadi
keaktifan kita dalam penyampaian materi tersebut adalah dengan bertanya,
menjawab pertanyaan, atau menengahi pernyataan. Itulah cara untuk membentuk
mood yang baik dalam proses belajar mengajar. Maka saat ini sedang popular di
terapkan proses pembelajaran active learning.
b.
Gunakan
kemampuan imajinatif.
Seseorang akan merasa kesulitan
ketika dia di hadapkan dengan masalah mengingat. Misalkan saja ketika kita
disuruh mengingat bahasa arabnya sepakbola , Quratulqadam. Kadang kadang kita
akan susah mengingatnya. Maka kita harus mampu berfikir imajinatif ketika
dihadapkan persoalan semacam ini. Misal untuk menghafal Quratulqadam maka kita
buat dengan singkatan seperti ini : “ada kura-kura bermain bola dan di sampingnya
ada tukul yang sedang bermain godam”. Ketika-kata kata tersebut kita
gabung-gabungkan secara imajinatif maka otak kanan akan lebih bisa menerima,
sehingga akan lebih mudah untuk kita mengingat hal tersebut. Semakin liar
imajinasi kita, maka semakin mudah di ingat pula oleh otak kita.
c.
Fokus
Fokus adalah hal yang sangat penting
untuk membantu proses hipno learning. Dengan fokus kita mampu untuk menerima
suatu kondisi dengan lebih mudah dan seribu kali lebih paham dari pada kondisi
normal kita.
Fokus itu mendakan suatu kemauan
yang kuat untuk mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu hipno learning akan
berjalan dengan baik ketika anda dalam kondisi fokus. Sesuatu akan
terselesaikan dengan baik ketika ada tujuan dan usaha maksimal dari pribadi kita.
d.
Metode
repetisi (pengulangan)
Ini adalah metode yang digunakan
pada otak kiri kita. Orang akan lebih hafal dengan sesuatu yang sering dia
dengar. Misalnya seperti ini:
Saya akan membacakan beberapa jenis
benda dan perhatikan dengan baik-baik :Meja, dapur, lemari, lantai, lantai
,dapur, sapu, lantai, kapur, penghapus, lantai , pel, sapu, lantai, mobil,
sound system, lantai, rak, sepatu, microphone, lantai, pagar, earphone, lantai,
penggaris, buku, bullpen, lantai, pensil, lantai.
Manakah yang lebih mudah anda ingat
dari benda-benda tersebut? Tentu saja lantai. Lantai lebih sering diulang dari
pada benda-benda lainnya. Maka ketika kita menerima suatu ilmu penting untuk
kita kaji ulang agar ilmu itu tidak mudah hilang.
e.
Jadikan
saat menuntut ilmu itu adalah saat yang menyenangkan
Ini adalah suatu tips tak kalah
penting untuk diperhatikan. Jadikan suasana belajar itu menyenangkan. Hal
tersebut akan membuat anda ketagihan. Kata kunci yang perlu diperhatikan adalah
Inspiratif, Penuh makna, dan excited. Itulah kata kunci yang diperlukan untuk
membuat mood belajar dan situasi belajar menjadi menyenangkan.
Namun yang kadang menjadi masalah
adalah kita tidak tahu alur kinerja alam bawah sadar kita. Secara analogis
manusia memerlukan pengetahuan untuk dapat mengakses sesuatu. Hal dibawah ini
akan menjelaskan kinerja untuk mengakses alam bawah sadar.
F. Hipnoteaching
1. Pengertian
Hipnoteaching.
adalah menggunakan hipnotis untuk tujuan mengajar. Menurut beberapa
praktisi hipnotis yang beberapa hari yang lalu saya temui, dengan menggunakan
hipnotis siswa akan lebih mudah menerima pelajaran yang diberikan oleh guru.
Caranya, sebelum belajar siswa terlebih dahulu dihipnotis oleh guru, dalam
kondisi terhipnotis siswa akan disugestikan supaya mau mengikuti pelajaran
dengan serius & konsentrasi. Pada saat dibangunkan dari tidur hipnotis
siswa akan benar-benar serius & konsentrasi dalam mengikuti pelajaran, sebagaimana
yang disugestikan. Praktisi yang saya temui tersebut juga menjelaskan, siswa
yang nakal & tidak bisa dinasehati, dengan sekali hipnotis akan bisa
berubah menjadi penurut, karena menasehatinya dalam kondisi siswa berada pada
alam bawah sadar.
2. Tujuan
dari Hipnoteaching.
Membantu guru atau pemateri dengan lebih mudah dalam
untuk memberikan pelajaran atu meteri dan siswa juga lebih mudah mengingat
materi yang diajarkan karena siswa berada didalam kondisi alam bawah sadarnya
ketika mendngarkan penjelasan dari guru.
G. Hipnoparenting
1. Pengertian
Hipnoparenting.
adalah aplikasi teknik-teknik hipnosis &
pengetahuan mengenai cara kerja pikiran manusia ke dalam cara & teknik
pengasuhan dan pendidikan anak.
2. Apakah
tujuan Hipnoparenting ?
Mempelajari
bagaimana pentingnya memberikan sugesti-sugesti posit seorang ibu kepada
anaknya atau seorang guru kepada murid-muridnya agar sang anak atau murid siap
dalam menghadapi masalah-masalah dalam kehidupanya.
H. Penerapan
Metode Hipnoterapi dalam pembelajaran
1. Penerapan
Hipnolearning dalam pembelajarn
Metode Hypno Learning didesign oleh seorang Pakar
Ahli hypnosis dengan berbagai pengembangan disiplin keilmuan antara lain
Hypnosis, Neuro Lingusitic Programming, Psycologi, Psykokinetis, dan Neuro
Science. Sebenarnya metode ini sudah banyak diaplikasikan dalam dunia
pendidikan barat dan menghasilkan sarjana-sarjana luar biasa diusia yang sangat
belia.
Hypno Learning merupakan salah satu metode
Hypnotherapy dengan cara meng-uninstal atau menyingkirkan pengaruh buruk dalam
pikiran setiap siswa sehingga siswa tersebut bisa meningkatkan konsentrasi
serta lebih fokus dalam belajar.
Meningkatkan kemampuan menghafal materi pelajaran,
membaca jauh lebih cepat, karena semua akses pikiran dan otak dikondisikan pada
kesadaran tertingginya. Menggunakan metode ini dapat membantu siswa dalam
memaksimalkan kecerdasannya.
Selipan Hypno Learning pada seorang siswa ketika
proses belajar juga mampu merubah perilaku siswa tersebut menjadi lebih positif
, jujur, sopan, tidak sombong, optimis, tegar, pandai menghargai orang lain
maupun diri sendiri, pemaaf, tenang, sportif, bermental juara dan lain-lain.
Secara spiritual dapat pula dilihat perubahannya yaitu pandai bersyukur akan
keadaanya dan juga serta rajin beribadah
tanpa harus dipaksa paksa.
2. Penerapan
Hipnoteaching dalam pembelajaran
Hypno-teaching
adalah salah satu pendekatan ‘baru’ dalam dunia pendidikan, khususnya dalam
proses belajar mengajar. Saya sebut ‘baru’ dalam tanda kutif karena sebenarnya
tidak benar-benar baru karena beberapa guru dan dosen selama ini sudah
menerapkannya walaupun tanpa disadari. Dari istilah, ada dua kata Bahasa
Inggris yaitu hypno dan teaching. Hypno adalah ilmu hypnosis
atau hipnotis dan teaching adalah mengajar.
Saya
memulainya dari istilah teaching atau mengajar. Apa itu
mengajar? Mengajar itu adalah memberikan informasi kepada seseorang yang
membuat seseorang dari tidak tahu menjadi tahu. Sudah, itu saja definisinya,
jangan ditambah-tambah lagi. Sangat sesederhana! Sebelum belajar seseorang
tidak tahu bahwa 2+2 berapa. Namun setelah belajar dia menjadi tahu bahwa 2+2
itu hasilnya adalah 4. Makanya banyak yang memakai istilah guru yang
berarti gu artinya kegelapan, dan ru artinya
terang benderang. Guru adalah seseorang yang membuat sesuatu
yang gelap menjadi jelas. Sangat sederhana.
Jika
‘pengetahuan’ 2+2 sama dengan 4 itu kita sebut data, maka dengan kata
lain, mengajar itu sebenarnya adalah menyampaikan ‘data’ kepada
seseorang dan sesorang itu menyimpannya. Bukti dia menyimpan data tersebut
adalah kapan pun ditanya tentang data itu dia bisa kembali menunjukkannya.
Sekarang pertanyaan intinya adalah dimana ‘data’ anda tetang 2+2 adalah 4 itu
disimpan? Nah jawabannya ternyata ‘gudang’ penyimpanan data itu adalah ALAM
BAWAH SADAR.
Menurut
penelitian akademis yang telah dipercayai selama ini bahwa otak manusia itu
cara kerjanya dibagi menjadi dua yaitu alam SADAR (consciousness) dan alam
BAWAH SADAR (sub-consciousness). Jika diprosentasekan ternyata alam sadar itu
perannya hanya 12% dan alam bawah sadar adalah 88%. Maka dari itu hampir semua
keseharian kita sebenarnya dikendalikan oleh alam bawah sadar termasuk
diantaranya penyimpanan data atau pengetauan. Termsuk di dalamnya data nama
anda. Ada proses panjang orang tua anda memasukkan data bahwa nama anda adalah
X. Sehingga, itulah mengapa sampai detik ini anda masih ingat nama anda, karena
data itu telah tersimpan.
Sekarang
sudah semakin terang, saya ulangi bahwa proses mengajar itu adalah memasukkan
data ke dalam alam bawah sadar peserta didik karena data tersebut ternyata di
simpan di sana. Tentu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara memasukkan
data itu langsung ke alam bawah sadar tersebut? Caranya, ibarat kita
hendak memasukkan sesuatu, katakanlah dokumen, ke dalam sebuah rumah, maka kita
harus mempelajari dulu seluk beluk, atau struktur bangunan rumah tersebut;
dimana pintunya, dimana jendelanya, di mana kamarnya, dan lain-lain. Atau
paling gampang cari kuncinya singga kita bisa dengan mudah masuk ke dalam rumah
tersebut dan kita simpan dikumen itu di sana.
Hypnosis
atau hipnotis adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk dan kunci alam bawah
sadar tersebut. Dengan ilmu hipnotis kita bisa dengan mudah memasukkan data ke
alam bawah sadar dan juga mengeluarkan / menghapus data tersebut. Itulah
makanya anda sering melihat pertunjukan hipnotis (hypno-stage) di panggung
hiburan atau di TV ada orang yang bisa lupa namanya sendiri. Itu ril dan tidak
ada kong kali kong antara subjek dengan master. Yang dilakukan oleh master
adalah menghapus data nama subjek dari alam bawah sadarnya. Karena data
tersebut sudah tidak ada lagi, maka dia tidak bisa meyebutkan namanya sendiri.
Proses penghapusan itu 100% hanya dilakukan dengan kata-kata dan tidak
mengandung mejik, klenik, dukun, atau ilmu hitam lainnya. Hipnotis itu murni
ilmu psikologi tentang komunikasi persuasif untuk membuka alam bawah sadar
seseorang.
Disinilah
keterkaitan antara hipnotis dan pengajaran yang kemudian disebut dengan
hypno-teaching. Singkatnya, hypno-teacing adalah mengajar dengan menggunakan
metode hypnosis untuk menyampaikan ilmu pengetahuan langsung ke alam bawah
sadar peserta didik. Inilah penjelasan sederhana tentang hypno-teaching.
Hypno-Teaching salah satu metode pengajaran terdahsyat saat ini.
3. Penerapan
Hipnoparenting dalam pembelajaran
hampir
semuanya selalu berpusat pada masalah si anak seakan ia adalah sumber
masalahnya, tanpa menyadari bahwa hampir 95% masalah anak sebenarnya timbul
sebagai akibat pengaruh dari orang-orang terdekatnya, dalam hal ini adalah
orang tuanya sendiri. Anak-anak adalah mahluk yang paling mudah menerima
sugesti, terutama dari tokoh yang dianggap memiliki otoritas lebih tinggi,
seperti orang tua, guru, kakak, tokoh idola, dll. Mereka cepat sekali menangkap
suatu ide yang kemudian dipersepsikan sesuai kemampuan berpikirnya sebagai
seorang anak dan menerimanya sebagai suatu kebenaran. Hal ini yang seharusnya
disadari oleh banyak orang tua dan guru, sehingga mereka lebih mengatur
perlakuan & perkataan mereka terhadap anak.
Pada
suatu sesi hipno-parenting, biasanya yang lebih banyak diedukasi atau bahkan
diterapi adalah orang tuanya. Mereka akan diajarkan berbagai teknik direct
suggestion, hypnosleep, EFT, dan dibekali berbagai konsep parenting yang bisa
digunakan dalam kesehariannya. Hal ini sangat penting, karena proses terapi
anak biasanya tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu-dua sesi pertemuan,
orang-orang di sekitarnya sangat penting peranannya untuk meneruskan &
mendukung terjadinya perubahan pada si anak. Komitmen & usaha orang tua
dalam hal ini memang sangat diperlukan dalam membantu menyelesaikan masalah si
anak.
Dalam
menerapkan hipnoparenting ini sebaiknya guru dalam menjelaskan meteri pelajaran
harus secara berulang atau beberapa kali karena sugesti yang masuk Kediri anak
secara berulang akan lebih mudah diingat oleh anak.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Praktek
hipnoterapi yang meliputi hipnolearning, hipnoteaching dan hipnoparenting
adalah sebuah praktek dalam memberikan sugesti kepada seorang anak atau
siapapun dengan memasuki alam bawah sadar mereka, sehingga sugesti-sugesti yang
masuk ke dalam otak mereka akan lebih diingat dan dipahami.
B. Saran
Diharapkan kepada semua pihak
yang tidak menutup kemungkinan masyarakat, mahasiswa pada khususnya, dan
seluruh jajaran terkait, dapat memandang positif serta memahami adanya
informasi ini, sesuai apa yang dibahas didalamnya dengan menerapkan sesuai
peraturan yang berlaku.
Dan bagi seorang guru atau pengajar
dapat menerapkan metode hipnoterapi (hipnolearning, hipnoteaching dan
hipnoparenting) dalam praktek pembelajaranya dikelas karena metode ini efektif
dan lebih menguntungkan bagi peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar