Selasa, 01 April 2014

proposal alat peraga IPA Bidang Miring



JUDUL:
PENILAIAN GURU IPA  PADA ALAT PERAGA IPA BIDANG MIRING UNTUK PEMBELAJARAN IPA DI MI SOKORINI MUNTILAN.

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pada dasarnya anak belajar melalui benda/objek konkret. Untuk memahami konsep abstrak, anak-anak memerlukan benda-benda konkret sebagai perantara atau visualisasinya.. Belajar anak akan dapat meningkat bila ada motivasi.. Selama ini pembelajaran yang dilaksanakan tanpa menggunakan alat peraga kurang menarik perhatian siswa, sehingga menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa. Pembelajaran dengan metode ceramah membuat siswa kurang tertarik pada materi yang disampaikan guru, siswa cenderung pasif dan kurang serius dalam proses pembelajaran sehingga materi yang disampaikan oleh guru tidak tertanam dalam benak siswa.  
 Karena itu dalam pengajaran IPA pesawat sederhana bidang miring diperlukan faktor-faktor yang dapat memotivasi anak untuk belajar. Dalam pembelajaran IPA di SD seseorang guru harus mempersiapkan suatu cara bagaimana agar materi IPA pesawat sederhana bidang miring yang diajarkan kepada siswa itu dapat diterima serta dapat dipahami dengan mudah. Oleh sebab itu guru membutuhkan alat peraga yang ideal untuk mata pelajaran IPA khususnya pesawat sederhana bidang miring untuk menunjang proses belajar siswa agar dapat meningkatkan prestasinya.
Alat peraga adalah benda atau alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Alat peraga dalam proses pembelajaran memegang peranan yang penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Alat bantu pembelajaran adalah perlengkapan yang menyajikan satuan-satuan pengetahuan melalui stimulasi pendengaran, penglihatan atau keduanya untuk membantu pembelajaran. Cara pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan minat belajar siswa sehingga diharapkan prestasi belajar dapat memuaskan.

B.     RUMUSAN MASALAH:
Dari latar belakang masalah dapat diambil rumusan masalah yaitu:
  1. Bagaimana penilaian guru pada alat peraga pesawat sederhana khususnya bidang miring dalam pembelajaran IPA kelas 5 SD?

C.     TUJUAN:
Penelitian ini memiliki tujuan yaitu:
  1. Untuk mengetahui penilaian guru pada alat peraga pesawat sederhana khususnya bidang miring dalam pembelajaran IPA kelas 5 SD

D.    MANFAAT PENELITIAN:
Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memiliki manfaat sebagai berikut:
  1. Bagi Guru
Memberikan motivasi bagi guru untuk selalu menggunakan alat peraga khususnya pelajaran IPA  agar prestasi siswa dapat meningkat.
  1. Bagi Peneliti
a)      Peneliti dapat mengetahui seberapa besar pengaruh alat peraga terhadap pembelajaran IPA
b)      Peneliti dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan alat peraga IPA bidang miring.

E.     LANDASAN TEORI:

  1. Alat Peraga IPA
Alat peraga IPA yaitu suatu alat yang digunakan guru dalam proses pembelajaran IPA untuk memudahkan siswa dalam memahami pelajaran IPA.
Penggunaan Alat Peraga IPA lebih menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui percobaan, pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.


  1. Penilaian Alat Peraga
Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Dalam penelitian ini penilaian yang dilakukan guru yaitu menilai sebuah alat peraga Bidang Miring untuk pembelajaran IPA SD kelas V. Aspek yang dinilai yaitu dari segi tampilan dari alat peraga bidang miring dan kelayakan dari alat peraga bidang miring.  

3.      Materi Bidang Miring
Bidang miring adalah jenis pesawat sederhana yang memiliki permukaan datar dimana salah satu ujungnya lebih tinggi daripada ujung yang lain. Contoh bidang miring adalah tangga, papan seluncur, dan jalan di pegunungan yang dibuat berkelok kelok penggunaan bidang miring memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah tenaga yang diperlukan untuk memindahkan barang lebih kecil. Namun kekurangannya, jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh.
Bidang miring juga dimanfaatkan dalam baji. Contoh penerapan baji adalah pisau, mata kapak, mata gunting, linggis, obeng, paku ulir, dan sekrup. Perbedaan antara baji dan bidang miring adalah pada bidang miring, bendanya  bergerak sedangkan bidang miringnya tetap. Sedangkan pada baji, bendanya tetap sedangkan bidang miringnya bergerak.

F.      METODE PENELITIAN
1.      DESAIN PENELITIAN
a.       Jenis survey
Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Survei merupakan studi yang bersifat kuantitatif yang digunakan untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Survey adalah suatu desain yang digunaan untuk penyelidikan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu popilasi. Pada survey tidak ada intervensi, survey mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang,pengetahuan, kemauan, pendapat, perilaku, dan nilai. Penggalian data penelitian ini melalui wawancara.. Survei menganut aturan pendekatan kuantitatif, yaitu semakin sample besar, semakin hasilnya mencerminkan populasi.
b.      Studi lapangan
Studi Lapangan ( Field Research ) adalah pengumpulan data secara langsung ke lapangan dengan mempergunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1)      Observasi
   Observasi, yaitu mengadakan pengamatan terhadap obyek yang diteliti.Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi dalam kenyataan. Dengan observasi dapat kita peroleh gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan sosial, yang sukar diperoleh dengan metode lain. Observasi ini dilakukan oleh peneliti yang bertindak sebagai orang luar atau pengamat, dengan tujuan untuk lebih memahami dan mendalami masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan sosial dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan proses penelitian.
2)      Wawancara
  Wawancara adalah teknik penelitian yang paling sosiologis karena bentuknya yang berasal dari interaksi verbal antara peneliti dan responden dan juga cara yang paling baik untuk menentukan kenapa seseorang bertingkah laku, dengan menanyakan secara langsung.
Wawancara, yaitu mengadakan aktivitas tanya jawab secara langsung kepada responden.  
2.      SUBJEK PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan oleh Guru kelas V MI Sokorini.
3.      ALAT DAN BAHAN (ALAT PERAGA)
a.     Kayu 2 buah
b.    Balok kayu 2 buah
c.     Tali penggantung
d.    Paku 8 buah
e.     Engsel pintu 1 buah
f.     Roda pemutar
4.      PROSEDUR PENELITIAN
Langkah – langkah pengambilan data :
Persiapan Guru:
a.     Guru menyusun proposal alat peraga bidang miring
b.    Merancang LKS
c.     Merancang lembar kerja peserta didik
d.    Melakukan observasi awal mengenai permasalahan yang berhubungan
     dengan pembelajaran IPA khususnya pesawat sederhana bidang
     miring.
e.     Merancang alat peraga dan menentukan bentuk LKS, daftar pertanyaan  
     serta tindakan yang akan dilakukan.
Pelaksanaan :
a.       Melakukan penelitian di SD dengan memperlihatkan alat peraga bidang miring pada guru IPA kelas V
b.      Guru melakukan  penilaian pada alat peraga bidang miring.
c.       Menganalisis hasil penilaian guru pada alat peraga bidang miring.
Alat pengumpulan data
a.       Angket
b.      LKS 
5.                  PROSEDUR ANALISIS DATA
a.       Analisis Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.
b.      Analisis Kuantitatif
Dalam menganalisa data penelitian strukturalistik (kuantitatif) hendaknya konsisten dengan paradigma, teori dan metode yang dipakai dalam penelitian. Ada perbedaan analisa data dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, analisa data yang dilakukan secara kronologis setelah data selesai dikumpulkan semua dan biasanya diolah dan dianalisis dengan secara computerized berdasarkan metode analisi data yang telah ditetapkan dalam desain penelitian
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua macam statistic yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian, yaitu statistic deskriptif dan statistic inferensial
G.    HASIL YANG DIHARAPKAN
Alat peraga ini diharapkan guru mampu memberikan penilaian yang maksimal dan juga dapat memotivasi guru agar dapat menerapkan alat peraga bidang miring di kelas V.
H.    DAFTAR PUSTAKA
Azmiyawati, Choiril, dkk.2008.IPA 5 Salingtemas untuk kelas V SD/MI. Jakarta:   
              Pusat Perbukuan.Departemen Nasional.
Haryanto.2004.Sains untuk SD kelas V. Jakarta: Erlangga.
Priyono.2007.Ilmu Pengetahuan Alam 5 untuk SD/MI kelas V. Surakarta:  
       Grahadi.
Susilowati, Eko, dkk.2010.IPA 5 untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan, 
       Departemen Pendidikan Nasional.  














Tidak ada komentar:

Posting Komentar