Berdirinya kepanduan Nasional Indonesia, dan Sejarah
berdirinya gerakan pramuka.
Disususn Guna
Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Kepramukaan
Dosen Pengampu :
M.A Noviudin
Pritama M.Pd & Galih Istianingsih M.Pd
Disusun Oleh Kelompok 7 :
Dodo Prastyoko (12.0305.0170)
PRODI PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MAGELANG
2013
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya,
penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Tujuan
disusunnya makalah dengan judul : “Sejarah
Kepanduan; Perintis Kepanduan Dunia, Gagasan Pendidikan Kepramukaan. Berdirinya
kepanduan Nasional Indonesia, dan Sejarah berdirinya gerakan pramuka
“ ini adalah guna memenuhi tugas individu mata kuliah Perencanaan Pembelajaran
SD.
Terselesainya
penulisan makalah ini tidak lepas dari bantuan serta dorongan dari berbagai
pihak, oleh karena itu ucapan terima kasih penulis haturkan kepada :
1.
M.A Noviudin
Pritama M.Pd & Galih Istianingsih M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah
ini.
2. Rekan-rekan,
yang telah memberi dukungan dan motivasi.
3. Kepada
semua pihak yang turut membantu dalam penulisan makalah ini yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
tentu masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran penulis
harapkan untuk perbaikan yang akan datang. Akhirnya penulis berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi semua pembaca pada
umumnya.
Semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pemerhati pendidikan pada
umumnya serta merupakan wujud sebuah pengabdian kepada Allah SWT.
Magelang, 18 Maret 2014
Penulis
DAFTAR ISI
1. Halaman Judul............................................................................................................... I
2. Kata Pengantar.............................................................................................................. II
3. Daftar Isi....................................................................................................................... III
4.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang......................................................................................................... 1
B.
Tujuan...................................................................................................................... 1
C.
Rumusan Masalah ................................................................................................... 1
5. BAB II PEMBAHASAN
MASALAH
SEJARAH
KEPANDUAN PRAMUKA .................................................................... 2
A. Masa Hindia Belanda.............................................................................................. 2
B.
Masa Pendudukan Jepang....................................................................................... 3
C.
Masa Perang Kemerdekaan..................................................................................... 3
D.
Masa Pasca Perang Kemerdekaan
Hingga 1961..................................................... 3
E.
Masa 1961 – 1999................................................................................................... 4
F.
Masa 1999 – Sekarang............................................................................................. 6
6. BAB
III PENUTUP
Kesimpulan.................................................................................................................... 7
7.
Daftar Pustaka............................................................................................................... 8
BAB
I
PENDAHULUAH
A. Latar Belakang
Sejarah merupakan cermin bagi keadaan sekarang. Sejarah
merupakan sumber pemikiran dan pembelajaran dalam mengembangkan tujuan-tujuan
yang akan datang.
Selama ini penggunaan
istilah Gerakan Pramuka, Kepramukaan dan Pramuka, nampak masih digunakan
secara tumpang tindih, sehingga terkesan
mengaburan pengertian sebenarnya.
Gerakan Pramuka, adalah nama
organisasi pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga yang
menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan
dan Metode Kepramukaan.
Kepramukaan, adalah nama kegiatan anggota Gerakan Pramuka.
Pramuka, adalah anggota Gerakan Pramuka yang teridiri
dari anggota muda yaitu peserta didik
S,G,T,D dan anggota dewasa yaitu Pembina Pramuka, pembantu Pembina Pramuka,
Pelatih Pembina Pramuka, Pembina Profesional,
Pamong SAKA dan Instruktur SAKA, Pimpinan SAKA, Andalan, Pembantu
Andalan, Anggota MABI, Staf Karyawan Kwartir, Mitra)
B. Tujuan
1.
Mengetahui Sejarah Kepanduan.
2.
Mengetahui Sejarah Pramuka.
C. Rumusan Masalah
1.
Sejarah kepanduan ?
2.
Sejarah Pramuka ?
BAB
II
PEMBAHASAN
MASALAH
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPANDUAN
A.
Masa Hindia Belanda
1.
Tahun 1908, Mayor Jenderal Robert
Baden Powell melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan luar sekolah untuk kanak-anak Inggris, dengan tujuan agar
menjadi manusia Inggris, warga Inggris dan anggota masyarakat Inggris yang baik
sesuai dengan keadaan dan kebutuhan kerajaaan Inggris Raya ketika itu.
2.
Untuk itu beliau mengarang sebuah
buku yang terkenal yaitu “Scouting for
Boys”. Buku ini berisi pengalaman beliau dan latihan apa yang diperlukan
yang diperlukan para Pramuka.
3.
Gagasan Boden Powell dinilai cemerlang
dan sangat menarik sehingga banyak diikuti dan didirikan kepanduan di
negara-negara lain. Diantaranya di negeri Belanda dengan nama Padvinder atau Padvinderij.
4.
Oleh orang Belanda, gagasan kepanduan di bawa dan dilaksanakan di sini (Nederlands OOst Indie), dengan mendirikan Nederland Indischie Padvinders
Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-pandu Hindia-Belanda.
5.
Oleh pemimpin-pemimpin di dalam
pergerakan nasional, gagasan Baden Powell dimabil alih dengan membentuk
organisasi-organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang
baik yaitu sebagai kader Pergerakan Nasional. Pada saat itu mulailah
bermunculan organisasi-organisasi kepanduan diantaranya Javanse Padvinders Organizatie
(JPO), Jong Java Padvinderij (JJP), National Islamitje Padvinderij (NATIPIJ),
Sarikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP),
Hizbul Wathan (HW) dan lain sebagainya.
6.
Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada
Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, benar-benar telah menjiwai gerakan
kepanduan nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju. Pemerintah Hindia
Belanda melarang penggunaan istilah Padvinder dan Padvinderij untuk organjisasi
kepanduan di luar NIPV.
7.
Dengan meningkatkan kesadaran
nasional Indonesia, maka timbullah niat untuk persatuan antara
organisasi-organisasi kepanduan. Pada tahun 1930 muncullah Kepanduan Bangsa
Indonesia (KBI) yang merupakan gabungan dari organisasi kepanduan Indonesische
Padvinders Organizatie (INPO), Pandu Kesultanan (PK) dan Pandu Pemuda
Sumatera (PPS). Pada tahun 1931
terbentuk federasi kepanduan dengan nama Persatuan Antar Pandu-pandu
Indonesia (PAPI), yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persaudaraan
Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1938.
B.
Masa Pendudukan Jepang
Pada masa pendudukan Jepang (PD II), penguasa Jepang di Indonesia
melarang keberadaan organisasi kepanduan di Indonesia di larang adanya.
Tokoh-tokoh kepanduan banyak yang masuk dalam organisasi Seinendan, Keibodan
dan Pembela Tanah Air (PETA).
C.
Masa Perang Kemerdekaan
Dengan diproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945, bangsa
Indonesia bahu membahu mempertahankan kemerdekaan. Seiring dengan itu, pada tanggal 28 Desember
1945 di Surakarta berdiri Pandu Rakyat Indonesia (PARI) sebagai satu-satunya
organisasi kepanduan di wilayah Republik
Indonesia.
D. Masa Pasca Perang Kemerdekaan hingga 1961
1.
Setelah pengakuan kedaulatan NKRI,
maka mulailah Indonesia memasuki masa pemerintahan yang liberal. Sesuai dengan
situasi pemerintahan tersebut maka bermunculan organisasi kepanduan seperti HW,
SIAP, Pandu Islam Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Katholik, Kepanduan Bangsa
Indonesia (KBI) dan lain-lain.
2.
Menjelang tahun 1961, kepanduan
Indonesia telah terpecah-pecah menjadi lebih dari 100 organisasi kepanduan,
suatu keadaan yang terasa lemah meski tebagi ke dalam 3 federasi organisasi
kepanduan; satu federasi kepanduan putra dan dua federasi kepanduan putri:
·
Ikatan Pandu Indonesia
(IPINDO), 13 September 1951.
·
Persatuan Organisasi Pandu
Putri Indonesia (POPPINDO), 1954.
·
Perserikatan Kepanduan
Putri Indonesia.
Keadaan ini membuat
lemah organisasi kepanduan, ketiga federasi tersebut melebur menjadi satu
federasi: Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO). Namun yang masuk dalam
federasi ini hanya berkisar 60 buah dari 100 buah organisasi kepanduan, dan
hanya berjumlah 500.000 anggota.
Disamping itu,
sebagian dari 60 organisasi kepanduan anggota PERKINDO tersebut berada dibawah
organisasi politik atau organisasi massa tetap saling berhadap-hadapan
berlawanan satu sama lain, sehingga tetap melemahkan gerakan kepanduan
Indonesia.
3.
Melihat keadaan tersebut, PERKINDO
membentuk panitia untuk memikirkan jalan keluarnya. Panitia menyimpulkan bahwa
kepanduan lemah dan terpecah-pecah,
terpaku dalam cengkeraman gaya lama yang tradisional daripada kepanduan Inggris,
pembawaan dari luar negeri. Hal ini berakibat bahwa pendidikan yang
diselenggarakan oleh gerakan kepanduan Indonesia belum disesuaikan dengan
keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia, maka ketika itu gerakan
kepanduan kurang memperoleh tanggapan dari bangsa dan masyarakat Indonesia.
Kepanduan hanya berjalan di kota-kota besar dan di situpun hanya terdapat pada
lingkungan orang-orang yang sedikit banyak sudah berpendidikan barat.
4.
Kondisi lemah gerakan kepanduan
Indonesia dimanfaatkan oleh pihak komunis sebagai alasan untuk memaksa gerakan
kepanduan Indonesia menjadi Gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di
negara-negara komunis.
5.
Kekuatan Pancasila di dalam
PERKINDO berusaha menentangnya, dengan bantuan Perdana Menteri Djuanda maka
tercapailah perjuangan dengan menghasilkan Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun
1961 tentang Gerakan Pramuka, pada tanggal 20 Mei 1961 yang ditandatangani oleh
Ir. Djuanda selaku Pejabat Presiden
RI, karena Presiden Sukarno sedang berkunjung ke negeri Jepang.
E.
Masa 1961-1999
Dengan Keppres No. 238 Tahun 1961, Gerakan Kepanduan
Indonesia mulai dengan keadaan baru dengan nama Gerakan Praja Muda Karana atau
Gerakan Pramuka.
1.
Semua organisasi kepanduan melebur
ke dalam Gerakan Pramuka, menetapkan
Pancasila sebagai dasar Gerakan Pramuka.
2.
Gerakan Pramuka adalah suatu
perkumpulan yang berstatus non-governmental (bukan badan pemerintah) yang
berbentuk kesatuan. Gerakan Pramuka diselenggarakan menurut jalan aturan
demokrasi, dengan pengurus (Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang
dan Kwartir Ranting) yang dipilih dalam musyawarah.
3.
Gerakan Pramuka sebagai
satu-satunya badan di wilayah NKRI yang diperbolehkan menyelenggarakan
kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia; organisasi lain yang menyerupai,
yang sama dan sama sifatnya dengan
Gerakan Pramuka dilarang adanya.
4.
Gerakan Pramuka bertujuan mendidik
anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan
yang pelaksanaanya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan
perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia
agar menjadi manusia Indonesia yang baik dan anggota masyarakat yang berguna
bagi pembangunan bangsa dan negara.
5.
Prinsip-prinsip Dasar Metodik
Pendidikan Kepramukaan sebagaimana
dirumuskan oleh Baden Powell tetap dipegang, akan tetapi pelaksanaanya
diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia; dengan
menyesuaikan dan diserasikan dengan keadaan dan kebutuhan regional ataupun
lokal di masing-masing wilayah di Indonesia ternyata mampu membawa banyak
perubahan yang mampu membawa Gerakan Pramuka mengembangkan kegiatannya secara
meluas.
6.
Gerakan Pramuka ternyata lebih
kuat organisasinya dan memperoleh tanggapan luas dari masyarakat, sehingga
dalam waktu singkat organisasinya telah berkembang dari kota-kota hingga ke
kampong dan desa-desa, jumlah anggotanya meningkat dengan pesat.
7.
Kemajuan pesat tersebut tak lepas
dari system Majelis Pembimbing (Mabi) yang dijalankan oleh Gerakan Pramuka di
setiap tingkat, baik dari tingkat nasional hingga ke tingkat gugusdepan (Gudep).
8.
Mengingat bahwa 80% penduduk
Indonesia tinggal di desa dan 75% adalah keluarga petani, maka pada tahun 1961
Kwartir Nasional menganjurkan supaya para Pramuka menyelenggarakan kegiatan di
bidang pembangunan masyarakat desa.
9.
Anjuran tersebut dilaksanakan
terutama di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat telah mampu
menarik perhatian pemimpin-pemimpin masyarakat Indonesia. Pada tahun 1966,
Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama
tentang pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Tarunabumi. Saka Tarunabumi
dibentuk dan diselenggarakan khusus untuk memungkinkan adanya kegiatan Pramuka
di bidang pendidikan cinta pembangunan pertanian dan pembangunan masyarakat
desa secara lebih nyata dan intensif.
Kegiatan Saka Tarunabumi ternyata
telah membawa pembaharuan, bahkan membawa semangat untuk mengusahakan
penemuan-penemuan baru (inovasi) pada pemuda desa yang selanjutnya mampu
mepengaruhi seluruh masyarakat desa.
10. Model pembentukan Saka Tarunabumi kemudian berkembang menjadi
pembentukan Saka lainnya seperti Saka Dirgantara, Saka Bahari dan Saka
Bhayangkara.
Anggota Saka-saka tersebut terdiri
dari para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang memiliki minat di bidangnya.
Pramuka Siaga dan Penggalang tidak ikut dalam Saka tersebut. Para Pramuka
Penegak dan Pandega yang tergabung dalam Saka menjadi instruktur di biangnya
bagi adik-adik dan rekan-rekannya di gudep.
11. Perluasan kegiatan Gerakan Pramuka yang berkembang pesat hingga
ke desa-desa, terutama kegiatan di bidang pembangunan pertanian dan masyarakat
desa, dan pembentukan Saka Tarunabumi menarik perhatian badan internasional
seperti FAO, UNICEF, UNESCO, ILO dan Boys
Scout World Bureau.
F.
Masa 1999 – sekarang
1.
Perkembangan politik negara dan
pemerintahan mengalami perubahan dengan adanya Reformasi, turut mempengaruhi
perkembangan masyarakat secara menyeluruh.
2.
Untuk pertamakalinya pemilihan
KaKwarnas dengan Pemilihan Langsung oleh Kwartir Daerah pada Munas 2003 di
Jakarta.
3.
Pencanangan Revitaliasi Gerakan
Pramuka oleh Presiden RI selaku Ka Mabinas
4.
Pembentukan Saka Wirakartika
5.
RUU Kepramukaan
BAB
III
PENUTUP
Sejarah Gerakan Pramuka merupakan sumber pemikiran dan
pembelajaran pengembangan organisasi, agar terus digali untuk memberikan sumbangsih
kepada bangsa dan negara.
Serta perlu di ajarkan kepada peserta didik agar
peserta didik tau akan sejarah dan perkembangan pramuka dari awal terbentuknya
pramuka sampai sekarang.
DAFTAR
PUSTAKA
id.wikipedia.org/wiki/Kepanduan
Patah
tumbuh hilang berganti, 40 Tahun Gerakan Pramuka, Kwarnas …
Buku Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat
Dasar (KMD), Kwarnas….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar